← Kembali · Chapter 22 dari 39

Hijrah ke Madinah —
Titik Balik Sejarah

Tiga belas tahun berdakwah di Mekah. Kini Allah mengizinkan perpindahan
yang akan mengubah wajah dunia selamanya.

إِنَّ الَّذِي فَرَضَ عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لَرَادُّكَ إِلَىٰ مَعَادٍ
"Sesungguhnya yang mewajibkan Al-Qur'an bagimu, pasti akan mengembalikanmu ke tempat kembali."
QS. Al-Qashash: 85
Gulir
Narasi Audio
Narasi Utama
0:00
🎙
Mulai Mendengarkan

Tiga belas tahun. Tiga belas tahun lamanya Rasulullah ﷺ berdakwah di Mekah — mengajak manusia kepada tauhid, siang dan malam. Berbagai rintangan datang. Para sahabat disiksa. Beliau sendiri tak leluasa beribadah dan berdakwah. Tapi beliau tetap di sana, sampai Allah mengizinkan perpindahan.

Ketika kaum musyrik Mekah mengetahui para sahabat bersiap hijrah — memindahkan kaum wanita, anak-anak, dan harta ke Madinah — mereka khawatir. Mereka berkumpul di Darun Nadwah untuk bermusyawarah. Hadir pula pemimpin mereka, yaitu iblis dalam wujud seorang lelaki tua dari penduduk Najd. Abu Jahal mengusulkan: "Ambil dari setiap kabilah seorang pemuda yang kuat, bersenjatakan pedang tajam, lalu serang Muhammad serentak. Darahnya akan terbagi di antara kabilah, sehingga Bani Abdu Manaf tidak tahu harus membalas kepada siapa."

Jibril datang dengan wahyu — memberitahu Rasulullah ﷺ tentang rencana itu dan memerintahkan beliau agar tidak tidur di tempat tidurnya malam itu. Rasulullah ﷺ mendatangi Abu Bakar di tengah hari — waktu yang beliau tidak pernah datang sebelumnya — dan bersabda: "Sesungguhnya Allah telah mengizinkanku untuk berangkat."

Beliau memerintahkan Ali untuk tidur di tempat tidurnya, lalu keduanya keluar melalui pintu kecil. Para pemuda Quraisy mengintip dari celah pintu — siap menyerang — namun Rasulullah ﷺ keluar melewati mereka sambil menaburkan segenggam tanah di atas kepala-kepala mereka, sementara mereka sama sekali tidak melihat beliau.

Mereka berjalan menuju Gua Tsur dan bersembunyi di sana selama tiga hari. Asma' binti Abu Bakar membawakan bekal, Abdullah bin Abu Bakar memantau situasi di Mekah. Ketika kaum musyrik datang mencari dan hampir melewati pintu gua — bahkan telapak kaki mereka hampir terasa di dekat Rasulullah ﷺ dan sahabatnya — Abu Bakar berbisik cemas: "Wahai Rasulullah, seandainya salah seorang dari mereka melihat ke bawah kakinya, tentu mereka akan melihat kita." Rasulullah ﷺ menjawab dengan tenang: "Wahai Abu Bakar, apa yang kau kira tentang dua orang yang ketiganya adalah Allah?"

لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا
"Janganlah bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita."
Rasulullah ﷺ kepada Abu Bakar di Gua Tsur — QS. At-Taubah: 40
Tiba di Madinah
Narasi Audio
Narasi Lanjutan
0:00
🎙
Membangun Madinah

Setelah tiga hari di Gua Tsur, Ibnu Uraiqith datang dengan dua unta — sang pemandu jalan yang mahir meski masih menganut agama kaumnya. Mereka pun berangkat. Penjagaan Allah menyertai perjalanan itu. Quraisy menawarkan hadiah seratus ekor unta bagi yang bisa menangkap salah satu dari keduanya — namun Allah berkuasa atas urusan-Nya.

Sesampainya di Quba' — di pinggiran Madinah — Rasulullah ﷺ singgah dan mendirikan Masjid Quba', masjid yang pertama kali dibangun dalam Islam. Kemudian beliau melanjutkan perjalanan ke Madinah dan disambut oleh penduduknya dengan gembira.

Setelah menetap di Madinah, Rasulullah ﷺ segera membangun fondasi-fondasi peradaban baru. Yang pertama: Masjid Nabawi. Yang kedua: mempersaudarakan Muhajirin dan Anshar — satu persatu, bukan sekadar deklarasi. Yang ketiga: membuat perjanjian dengan kaum Yahudi di Madinah.

Nabi ﷺ tinggal di Madinah 10 tahun lamanya. Di sana turun syariat demi syariat — puasa, zakat, haji, jihad. Beliau hidup bersama para istrinya dan para sahabatnya, berjuang menyebarkan Islam dengan lebih leluasa.

Dan momentum hijrah ini menjadi awal kebangkitan Islam yang sesungguhnya. Itulah mengapa para sahabat — atas musyawarah Umar bin Khathab — sepakat menjadikannya sebagai patokan awal kalender Hijriyah.

Timeline Perjalanan Hijrah
Narasi Audio
Timeline Hijrah
0:00
1
Malam Keberangkatan
Keluar dari Mekah
Rasulullah ﷺ menabur tanah di atas kepala para pemuda Quraisy yang mengintip — mereka tidak melihat beliau. Ali tidur di tempat tidur beliau sebagai pengalih perhatian.
2
Hari 1–3
Bersembunyi di Gua Tsur
Asma' membawakan bekal. Abdullah memantau situasi Mekah. Musyrikin datang hingga hampir ke pintu gua — tapi Allah menghalangi pandangan mereka.
3
Hari ke-4
Berangkat ke Madinah
Ibnu Uraiqith datang dengan dua unta sebagai pemandu jalan. Mereka pun berangkat menuju Madinah.
4
Tiba di Quba'
Mendirikan Masjid Quba'
Beliau singgah 14 hari di Quba' dan mendirikan masjid pertama dalam Islam. Allah memujinya dalam Al-Qur'an: "masjid yang didirikan atas dasar takwa."
5
12 Rabi'ul Awwal Tahun 1 H
Tiba di Madinah
Penduduk Madinah menyambut dengan gembira. Beliau membangun Masjid Nabawi, mempersaudarakan Muhajirin dan Anshar, membuat perjanjian dengan kaum Yahudi.
Pelajaran & Hikmah
Narasi Audio
Pelajaran & Hikmah
0:00
1
Hijrah adalah upaya, bukan pelarian
Rasulullah ﷺ tidak pergi karena kalah. Beliau pergi karena Allah mengizinkan — setelah 13 tahun berjuang. Hijrah adalah strategi, bukan kelemahan. Bahkan Imam Ahmad bin Hanbal pernah bersembunyi tiga hari dan menyebut ini sebagai meneladani Nabi di saat susah.
2
Tawakkal bukan berarti tanpa usaha
Rasulullah ﷺ menyewa pemandu jalan meski ia masih kafir — karena kemahirannya dibutuhkan. Asma' menyiapkan bekal. Abdullah memata-matai situasi. Semua sebab diupayakan — setelah itu baru bertawakkal sepenuhnya. Bukan tawakkal tanpa usaha.
3
Hijrah adalah awal kebangkitan
Para sahabat menjadikan momen hijrah sebagai patokan kalender bukan karena kelahiran Nabi, bukan karena turunnya wahyu pertama — tapi karena hijrah. Karena di sinilah agama ini mulai berjalan dengan leluasa, dengan negara, dengan komunitas.
4
Memilih penunjuk jalan yang kafir sekalipun — jika ia ahlinya
Rasulullah ﷺ mempercayai Abdullah bin Uraiqith sebagai pemandu — meski ia belum Muslim. Ini menunjukkan bahwa dalam urusan duniawi teknis, kompetensi adalah pertimbangan utama, tanpa mengabaikan keamanan dan kepercayaan.
Key Takeaways — Chapter 22
Rasulullah ﷺ berangkat bersama Abu Bakar — setelah Allah mengizinkan melalui wahyu, menghindari rencana pembunuhan di Darun Nadwah.
Tiga hari di Gua Tsur — dengan penjagaan Allah yang menghalangi pandangan musyrikin dari pintu gua, meski telapak kaki mereka hampir tiba.
Tiba di Quba' 14 hari, mendirikan masjid pertama — kemudian melanjutkan ke Madinah pada 12 Rabi'ul Awwal tahun 1 Hijriyah.
Tiga fondasi peradaban Madinah — Masjid Nabawi, persaudaraan Muhajirin-Anshar, dan perjanjian dengan kaum Yahudi.
Hijrah menjadi awal kalender Hijriyah — atas musyawarah para sahabat di masa Umar bin Khathab, karena hijrah adalah momentum kebangkitan nyata Islam.
← Chapter 21
22 / 39
Chapter 23 →
▶ Play All
Narasi Utama
1 / 4
📖
Simpan OfflineTambahkan ke layar utama HP kamu