← Kembali · Chapter 5 dari 39

Lahir ke Dunia —
Hari Senin, Tahun Gajah

Di satu sudut Mekah, sebuah cahaya hadir
untuk mengubah dunia selamanya.

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ
"Dan Kami tidak mengutus engkau melainkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam."
QS. Al-Anbiya: 107
Gulir
Narasi Audio
Narasi Utama
0:00
🎙
Mulai Mendengarkan

Bismillahirrahmanirrahim.

Ribuan mil dari Madinah, di kota yang dikelilingi bukit-bukit batu, di satu sudut rumah di Syi'ib Bani Hasyim kota Mekah — seorang bayi laki-laki lahir ke dunia.

Tidak ada kerajaan yang menyambutnya. Tidak ada pasukan yang berbaris. Hanya ibunya, Aminah binti Wahb, dan cahaya yang menerangi istana-istana di negeri Syam pada malam itu.

Itulah Muhammad ﷺ. Telah lahir ke dunia.

Kapan beliau lahir? Harinya: Senin. Ini disepakati oleh para ulama tanpa perselisihan. Rasulullah ﷺ sendiri yang mengatakannya. Ketika beliau ditanya tentang puasa hari Senin, beliau menjawab: "Itu adalah hari aku dilahirkan, hari aku diutus, dan hari wahyu turun kepadaku."

Bulannya: Rabi'ul Awal. Ini adalah pendapat mayoritas ulama, bahkan Ibnul Jauzi menukil ijma' tentangnya.

Tahunnya: Tahun Gajah. Ini pun dengan kesepakatan ulama. Khalifah bin Khoyyath berkata dalam Tarikh-nya: "Telah disepakati bahwa Nabi dilahirkan pada tahun gajah." Ibrahim bin Mundzir al-Hizami berkata: "Tak satupun ulama kita yang ragu bahwa Nabi dilahirkan pada tahun gajah."

Tempatnya: Mekah. Ibnul Qayyim berkata: "Tidak ada perselisihan bahwa beliau dilahirkan di kampung Mekah dan dilahirkan pada tahun gajah."

📅
Hari
Senin
Disepakati ulama tanpa perselisihan
🌙
Bulan
Rabi'ul Awal
Pendapat mayoritas ulama, dinukil ijma'
🐘
Tahun
Tahun Gajah
Disepakati ulama, dinukil An-Nawawi & Ibnu Katsir
🕌
Tempat
Mekah
Tidak ada perselisihan di antara ulama
✦ Cahaya yang menerangi istana-istana Syam malam kelahiran beliau ﷺ
"Aku adalah doa ayahku Ibrahim, kabar gembira saudaraku Isa, dan ibuku bermimpi ketika mengandungku bahwa ada cahaya yang keluar darinya hingga menerangi istana-istana di Syam."
Rasulullah ﷺ — tentang kelahirannya
Tanggal yang Diperselisihkan
Narasi Audio
Narasi Lanjutan
0:00
🎙
Tanggal & Penamaan Muhammad

Adapun tanggalnya — inilah yang diperselisihkan ulama. Ada yang berpendapat 2 Rabi'ul Awal, ada yang berpendapat 8, ada yang berpendapat 9, 10, bahkan 12 Rabi'ul Awal.

Mengapa bisa terjadi perbedaan? Karena pada masa itu tidak ada catatan kelahiran resmi. Para perawi hanya mengandalkan ingatan yang bisa benar dan bisa salah. Rasulullah ﷺ pun tidak dikenal sebagai rasul dan tidak menjadi pusat perhatian kecuali setelah wahyu turun — saat beliau berusia empat puluh tahun. Para perawi kemudian berusaha mengingat kembali peristiwa-peristiwa sebelum itu, sehingga terjadilah perbedaan dan beragam pendapat.

Dan justru di sinilah tersimpan hikmah yang dalam. Syaikhuna Abdur Razzaq Al-Badr berkata: "Perbedaan ulama tentang kapan secara pasti tanggal lahirnya Nabi di bulan Rabi'ul Awal adalah termasuk di antara banyak dalil bahwa hari lahirnya Nabi tidak ada amalan syar'i secara khusus. Sebab, kalau memang ada hukum syar'i atau amalan khusus yang disyariatkan, niscaya tidak akan ada perbedaan pendapat ini yang disebutkan dalam semua kitab-kitab sejarah."

Subhanallah. Bahkan perbedaan dalam tanggal kelahiran beliau pun menjadi pelajaran bagi umat.

Ketika sang ibu, Aminah, melahirkan beliau — ia mengutus seseorang kepada kakek bayi itu, Abdul Muththalib, untuk menyampaikan kabar gembira. Abdul Muththalib pun datang, memandangi bayi itu, memuji dan bersyukur kepada Allah, lalu memberinya nama: Muhammad — yang artinya: yang terpuji. Nama yang sebelumnya belum pernah dikenal di kalangan Arab.

Orang pertama yang menyusuinya adalah Tsuwaibah, budak perempuan Abu Lahab. Kemudian beliau diasuh oleh Halimah binti Abi Dzu'aib As-Sa'diyyah dari Bani Sa'd bin Bakr. Halimah dan suaminya merasakan sejak hari pertama bahwa mereka telah membawa serta jiwa yang penuh berkah — laju keledai mereka bertambah cepat, susu unta mereka berlimpah, dan ternak kambing mereka berkembang. Beliau ﷺ tinggal bersama Halimah selama dua tahun hingga masa menyusu selesai.

Perkampungan Bani Sa'd
✦ Kampung Bani Sa'd — tempat Nabi ﷺ tumbuh bersama Halimah As-Sa'diyyah
Perjalanan Masa Kecil
Narasi Audio
Timeline Kelahiran
0:00
1
Sebelum Lahir
Dalam Kandungan — Ayahanda Wafat
Ayahnya, Abdullah bin Abdul Muththalib, wafat di Madinah saat Aminah masih mengandung beliau. Beliau lahir ke dunia sebagai anak yatim.
2
Hari Senin · Rabi'ul Awal · Tahun Gajah
Lahir ke Dunia di Mekah
Abdul Muththalib datang, memandangi bayi itu, memuji dan bersyukur kepada Allah, kemudian memberi nama Muhammad — yang terpuji.
3
Hari-hari Pertama
Disusui Tsuwaibah
Tsuwaibah, budak Abu Lahab, menjadi ibu susu pertama beliau. Ketika Tsuwaibah memberitahu Abu Lahab tentang kelahiran Muhammad ﷺ, Abu Lahab pun memerdekakannya. Dalam riwayat Bukhari disebutkan: setelah Abu Lahab meninggal, sebagian keluarganya melihatnya dalam mimpi dalam keadaan yang sangat buruk. Mereka bertanya: "Apa yang kamu dapatkan?" Ia menjawab: "Aku tidak mendapatkan kesenangan apapun setelah kalian, kecuali aku diberi minum dari sini" — sambil menunjuk lekukan antara ibu jari dan jari telunjuknya — "karena aku telah memerdekakan Tsuwaibah."
4
Dua Tahun Pertama
Bersama Halimah di Bani Sa'd
Halimah membawa beliau ke kampung Bani Sa'd di dekat Thaif. Keberkahan menyelimuti keluarga Halimah sejak hari pertama. Beliau tumbuh kuat, fasih, dan sehat di udara pedesaan yang murni.
5
Di Bani Sa'd
Pembelahan Dada — Penjagaan Allah
Jibril datang saat beliau sedang bermain, membelah dada beliau, mengeluarkan bagian setan, dan mencuci hati beliau dengan air zamzam dalam baskom emas. Anas berkata: "Aku bisa melihat bekas jahitan di dada beliau."
6
Usia 4 Tahun
Ibunda Aminah Wafat di Al-Abwa'
Ibunya wafat di kota Abwa', tempat antara Mekah dan Madinah. Setelah itu kakeknya Abdul Muththalib mengambil alih pengasuhan, hingga beliau pun wafat saat Nabi berusia delapan tahun.
Cahaya kelahiran Nabi
✦ Pertanda universal — cahaya risalah yang melampaui batas zaman dan tempat
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ
"Dan Kami tidak mengutus engkau melainkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam."
QS. Al-Anbiya: 107
Pelajaran & Hikmah
Narasi Audio
Pelajaran & Hikmah
0:00
1
Kelahiran yang disepakati, tanggal yang diperselisihkan — dan keduanya mengandung hikmah
Yang disepakati: hari Senin, bulan Rabi'ul Awal, tahun Gajah, kota Mekah. Yang diperselisihkan: tanggalnya. Justru perbedaan inilah yang menjadi dalil bahwa Islam tidak mensyariatkan perayaan maulid. Bila hari itu memiliki keistimewaan ibadah khusus, niscaya Allah akan menjaga tanggalnya dengan pasti.
2
Nama Muhammad bukan nama sembarangan
Abdul Muththalib memberi nama Muhammad — yang terpuji — meskipun belum pernah ada yang memakai nama ini. Itu bukan kebetulan. Itu adalah ilham dari Allah yang mempersiapkan umat untuk menyebut nama ini setiap hari hingga akhir zaman.
3
Cahaya yang menerangi Syam adalah tanda universalitas risalah
Mimpi Aminah tentang cahaya yang menerangi istana-istana Syam bukan sekadar indah secara sastra. Ia adalah pertanda nyata: risalah putranya ini tidak untuk satu kabilah, satu bangsa, satu zaman. Ia untuk seluruh alam semesta.
4
Allah memilih Mekah bukan tanpa sebab
Mekah adalah ibu kota spiritual Arabia — tempat Ka'bah, kiblat seluruh umat. Lahir di Mekah berarti lahir di pusat dunia Arab, di tempat yang sudah sejak Ibrahim alaihissalam didoakan menjadi pusat tauhid. Dan Allah Maha Tahu di mana menempatkan risalah-Nya.
Key Takeaways — Chapter 5
Empat hal yang disepakati ulama: hari Senin, bulan Rabi'ul Awal, tahun Gajah, kota Mekah — tanpa perselisihan satu pun.
Tanggal diperselisihkan — dan itulah hikmahnya: perbedaan ini adalah dalil tidak adanya amalan syar'i khusus maulid. Bila ada, niscaya Allah menjaga tanggalnya dengan pasti.
Nama Muhammad dipilih Abdul Muththalib — ilham dari Allah yang mempersiapkan umat untuk menyebut nama ini setiap hari hingga akhir zaman.
Cahaya yang menerangi Syam adalah pertanda nyata universalitas risalah — bukan untuk satu kabilah atau satu bangsa, tapi untuk seluruh alam semesta.
Allah memilih Mekah bukan tanpa sebab — tempat Ka'bah, kiblat seluruh umat, yang sejak Ibrahim alaihissalam didoakan menjadi pusat tauhid.
← Chapter 4
5 / 39
Chapter 6 →
▶ Play All
Narasi Utama
1 / 4
📖
Simpan Offline Tambahkan ke layar utama HP kamu